Pemkot Parepare Awasi Lalulintas Herwan Ternak Jelang Idul Adha

KILASKATA.COM,Com, PAREPARE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak di Parepare. Salah satunya, lalu lintas sapi ternak.  

Hal itu dilakukan sebagai langkah kewaspadaan dalam upaya pencegahaan masuknya dan penanggulangan penyakit Jembrana di Parepare. 

Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana mengatakan, terus melakukan langkah antisipasi  jelang Hari Raya Idul Adha terhadap lalu lintas hewan ternak, salah satunya sapi ternak untuk kewaspadaan masuknya penyakit Jembrana. 

Dia menegaskan, pengawasan sapi menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini akan lebih ekstra ketat. “Kita perketat melebihi tahun tahun sebelumnya. Karena tahun ini, Sulsel tengah dilanda wabah Jembrana. Karena itu, kami akan menggandeng pihak- pihak terkait untuk memastikan bahwa peredaran ternak antar daerah, khususnya yang melintas di Parepare berlangsung efektif,” ungkap Wildana. 

Dia mengaku, melakukan isolasi secara ketat terhadap hewan yang menunjukkan tanda klinis dengan memisahkan hewan rentan di sekitar lokasi dan melakukan desinfeksi terhadap sarana dan prasarana yang ada di lokasi kasus. 

Juga menerapkan biosekuriti secara ketat serta pengawasan terhadap aktivitas keluar dan masuk ke lokasi kasus, baik pada orang maupun peralatan yang digunakan. 

Wildana juga mengaku, melakukan terapi pengobatan berupa pemberian vitamin, antibiotika dan atau antihistamin pada ternak yang masih menunjukkan gejala klinis Jembrana. 

“Termasuk kita melakukan pengendalian vektor dengan melakukan pengasapan, penyemprotan insektisida secara berkala untuk mencegah penularan. Serta setiap penyuntikan yang dilakukan harus menggunakan jarum baru untuk masing-masing ternak yang diobati,” kata Wildana.

Dinas PKP bersama tim terpadu Pemkot Parepare juga melakukan monitoring secara berkala kepada hewan rentan (Sapi Bali) di sekitar lokasi kasus dengan cara melakukan surveilans klinis disertai pengambilan sampel untuk mendeteksi dini dan pemetaan kasus penyakit.

Tak hanya itu, Dinas PKP juga mengoptimalkan vaksinasi dengan persedian vaksin yang secara optimal. “Petugas iSIKHNAS terus melakukan pembaharuan data perkembangan kasus dan melaporkan ke iSIKHNAS. Membuat pemetaan lokasi untuk persiapan penentuan zona vaksinasi di wilayah yang berbatasan dengan lokasi kasus,” tegas Wildana. 

“Kami dari Dinas PKP meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang menghadapi endemi ini. Karena sejauh ini penanganan yang telah dilakukan berjalan sesuai perencanaan. Dan penyakit Jembrana optimis tetap dapat dikendalikan,” tandas Wildana. (k13/kls**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *