Pemkot Parepare Kampanyekan Gerakan KB dan Pencegahan Stunting

KILASKATA.COM, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus aktif mengkampanyekan gerakan Keluarga Berencana atau Keluarga Berkualitas (KB) hingga pencegahan dan penurunan stunting.

Termasuk belum lama ini, berkolaborasi dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, DPPKB Parepare turun membagikan alat kontrasepsi sekaligus mengedukasi masyarakat di pasar tradisional. Pasar yang disasar adalah Pasar Rakyat Lakessi Parepare.

“Kami mendampingi BKKBN Provinsi sasar pasar bagi-bagi kondom dan pil sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya ber-KB dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting,” kata Kepala Bidang KB Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Parepare, dr Hj Andi Zulfadyanty AS.

dr Anty, sapaannya, saat mengedukasi masyarakat memperkenalkan ada beberapa macam alat kontrasepsi yakni kondom pria, pil KB, KB implan, suntik KB, IUD, kondom wanita, diafragma, spersimida, dan KB permanen.

“Kontrasepsi ini adalah alat untuk mencegah kehamilan. Kini, telah tersedia berbagai jenis kontrasepsi yang memiliki cara kerja berbeda-beda. Beberapa di antaranya bekerja dengan memengaruhi hormon, namun ada juga yang menghalangi secara fisik proses masuknya sperma ke vagina,” papar dr Anty.

Dia mengingatkan, beberapa jenis alat kontrasepsi juga bertujuan untuk melindungi diri dari kemungkinan infeksi virus, bakteri, atau parasit yang dapat menular melalui hubungan seksual.

dr Anty menekankan, alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah atau menunda kehamilan. Alat ini bekerja untuk menghambat pertemuan sel sperma dan sel telur. “Tujuan lain dari kontrasepsi adalah menghambat pematangan sel telur serta mencegah penularan penyakit menular seksual,” ingat dr Anty. (k13/kls**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *