Balita 2 Tahun Meninggal dengan Tubuh Memar Bibir Membiru, Pak RT Curiga Sampai Bilang Begini

KILASKATA.COM, JAKARTA – Miris, seorang balita berinisial AF (2) tahun, diduga dianiaya keluarganya di Ciracas, Pasar Rebo Jakarta Timur.

Korban dinyatakan tewas saat dilarikan ke Puskesmas pada Selasa malam kemarin (17/1).

Ketika dievakuasi, pihak Puskesmas mencurigai AF meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar.

Menurut Ketua RT 10 Ciracas, Sudiyono (55) tahun menjelaskan, balita AF saat tiba di Puskesmas sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Ia menuturkan saat melihat jenazah AF, ada sejumlah luka memar yang ada pada tubuh korban.

“Lukanya disitu itu di kepala ada memar biru, di bagian matanya ada luka lebam merah. Kalau di belakang badannya di punggung, saya gak tega melihatnya. Cuma saya lihat wajahnya saja. Di dahinya juga ada memar membiru, di bibirnya juga ada seperti terlihat luka benturan,” kata Sudiyono, Kamis (19/1).

Sudiyono mengungkapkan, keluarga korban AF mengaku bahwa balita bernasib malang itu mengalami kejang-kejang kemudian jatuh.

Akan tetapi, Sudiyono mengatakan tetangga rumah dari kediaman AF sempat mendengar tangisan keras anak namun sayup-sayup menghilang.

“Kalau keributan-keributan itu tidak dengar. Terus akhir-akhir, tangisannya pelan di malam kejadian. Terus dibawa ke Puskesmas, ternyata sudah tidak ada,” kata Sudiyono.

Selain mencurigakan, Sudiyono mengungkapkan AF juga bukan merupakan anak kandung dari keluarga yang mengasuhnya. Terlebih, ia mengetahui hadirnya AF termasuk baru di rumahnya.

“Bukan, ini anak bukan anak kandung bahkan cucu kandung juga bukan. Jadi ini gimana ya, ribet silsilahnya. Saya juga kurang paham. Sepertinya hanya dititipkan saja ke neneknya, tapi bukan nenek kandung,” tutur Sudiyono.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Budi Sartono menjelaskan kasus yang diterima oleh Polsek Pasar Rebo tersebut kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Timur.

“Ini masih di PPA, masih kita laksanakan pemeriksaan, saya belum bisa berkomentar lebih jauh,” ujar Budi saat ditemui di Mapolrestro Jakarta Timur.

Untuk saat ini, Budi menegaskan penyidik unit PPA sedang memeriksa tiga orang dari anggota keluarga balita AF tersebut.

“Ada tiga orang, tapi memang sudah kita amankan. Tiga orang ini datang dari keluarga terdekat. Ini masih di BAP dan diinterogasi,” ujar Budi.

Saat ini, jenazah balita AF saat ini tengah dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit Polri, KramatJati.

“Hasil visumnya belum dikeluarkan dari pihak RS Polri, nanti kita sampaikan,” ungkap Budi.

Untuk diketahui, tiga anggota keluarga dari balita AF yang diamankan oleh unit PPA Polres Metro Jakarta Timur yakni kepala keluarga, Antonius, istri dan anak perempuan dari Antonius yang belum diketahui namanya.

Sumber: (ade/int/pjs/kls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *