Dua Wartawan Palsu Ditangkap Polisi, Siapa Suruh Nekat Malak Minta Uang Puluhan Juta ke RT/RW

KILASKATA.COM, BOGOR – Polsek Leuwiliang Resor Bogor, menangkap dua wartawan bodong malak Paguyuban RT/RW di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (12/1).

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto menjelaskan dua oknum mengaku wartawan tersebut berinisial Y dan AZ. Keduanya melakukan pengancaman akan memberitakan sesuatu jika tidak diberikan uang.

“Dia mengancam akan beritakan sesuatu. Kalau mau nggak diberitkan, suruh serahkan uang begitu,” kata Kompol Aus Supriyanto, Jumat (13/1).

Objek yang akan diberitakan wartawan bodong malak tersebut, kata Agus, berkaitan dengan kegiatan bantuan sosial yang dianggap keduanya ada pungutan liar namun tidak terbukti pungutan liar tersebut.

“Waktu itu kan masih ada kegiatan BPNT yang bansos itu. Jadi dia menganggap di situ ada pungutan liar. Tapi kan tidak terbukti pungutan liat gimana. Yang dilakukan katanya oleh oknum dan RT/RW, terus kenapa yang diperas jadi kepala desa. Yang mau dimintain (uang), diberitain segala macam kan kadesnya,” kata Agus.

Agus menerangkan, keduanya meminta uang dengan besaran hingga Rp50 juta. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya di Mapolsek Leuwiliang.

“Pertama minta 50 (juta), terus turun 32 (juta). Akhirnya kemarin 15 (juta). Terus kemarin diserahkan 10 (juta) nanti 5 juta lagi minta waktu seminggu lagi. Nanti kalau dalam waktu seminggu nggak diserahkan, naik berita gitu,” kata Agus ketika menjelaskan kronologis wartawan bodong malak paguyuban.

Sumber: (Rn/Pojoksatu/kls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *